NAMLEA,habarnews.id — Di tengah hantaman badai fiskal yang melanda keuangan daerah, sebuah langkah tak biasa dan menyentuh hati ditunjukkan oleh Bupati Buru, Ikram Umasugi. Mengesampingkan sekat birokrasi dan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), ia memilih merogoh kocek pribadinya demi memperbaiki sejumlah titik jalan yang rusak dan berlubang di Kota Namlea, salah satunya di kawasan Samping RH.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Kondisi kas daerah Kabupaten Buru saat ini tengah menghadapi tantangan berat: mulai dari minimnya kuota fiskal, beban utang bawaan pemerintah daerah, hingga belanja pegawai yang menyedot porsi anggaran cukup besar. Di sisi lain, jeritan dan keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan yang rusak kian nyaring terdengar.
Menyikapi dilema tersebut, Bupati Ikram Umasugi memilih untuk tidak bersembunyi di balik tameng “ketiadaan anggaran”.
“Saya tidak tega melihat masyarakat harus bertaruh nyawa dan kenyamanan di jalan raya. Di tengah kondisi daerah yang serba terbatas seperti ini, kalau kita hanya menunggu APBD, kasihan masyarakat. Maka, secara lahir dan batin, saya gunakan dana pribadi saya agar jalan-jalan berlubang ini bisa segera tertangani,” ujar Ikram dengan nada penuh ketulusan.
Prioritas di Tengah Keterbatasan
Aksi nyata penambalan jalan ini bukan sekadar tentang perbaikan fisik infrastruktur, melainkan sebuah pesan kuat tentang skala prioritas dan empati seorang pemimpin. Ikram menegaskan bahwa keselamatan warga di jalan raya agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas merupakan hal yang tidak bisa ditunda.
Meski demikian, ia juga mengajak masyarakat untuk melihat kondisi daerah secara jernih, bijak, dan objektif.
Tantangan pembangunan di Kabupaten Buru sangat kompleks. Masalah kerusakan infrastruktur tidak hanya terjadi pada ruas jalan kabupaten, melainkan juga pada beberapa titik jalan yang sebenarnya merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Saya ikhlas untuk rakyat dan masyarakat Buru. Di tengah jepitan fiskal ini, kami di pemerintahan terus memetakan mana yang harus didahului. Bukan hanya jalan, banyak sektor lain yang juga menjerit. Namun, kami tidak akan tinggal diam. Kami terus mencari jalan keluar terbaik,” tambahnya.
Kepemimpinan yang Menyelesaikan Masalah
Langkah responsif Bupati Buru ini menuai simpati luas. Di saat banyak kepala daerah terjebak dalam retorika dan saling lempar tanggung jawab akibat defisit anggaran, Ikram Umasugi justru memberikan teladan tentang arti sebuah pengorbanan personal demi kepentingan publik.
Sikap ’sepi ing pamrih, rame ing gawe’ (sepi dari pamrih, ramai dalam bekerja) yang ditunjukkan lewat aksi tambal jalan pakai dana pribadi ini, menjadi bukti bahwa bagi Ikram, keselamatan dan urat nadi perekonomian masyarakat Buru adalah di atas segalanya. Warga pun berharap, ketulusan pemimpinnya ini dapat menjadi pemantik bagi percepatan pemulihan kondisi daerah ke depan (HN – 003)






