Berita

Kebangkitan Industri Perikanan Buru Inovasi ‘GAROPA’ dan Kolaborasi Swasta Hidupkan Kembali Cold Storage Masarete Setelah 10 Tahun Vakum

×

Kebangkitan Industri Perikanan Buru Inovasi ‘GAROPA’ dan Kolaborasi Swasta Hidupkan Kembali Cold Storage Masarete Setelah 10 Tahun Vakum

Sebarkan artikel ini

NAMLEA,habarnews.id – Senin, 15 Juni 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi sektor maritim Kabupaten Buru. Bupati Buru, Ikram Umasugi, S.E., secara resmi membuka dan meresmikan operasional Cold Storage (fasilitas pendingin komoditas perikanan) Masarete yang terletak di Kecamatan Teluk Kaiely.

‎Fasilitas vital ini sebelumnya mengalami masa mati suri atau vakum selama satu dekade sejak tahun 2016. Berkat langkah taktis jajaran pemerintah daerah, aset yang sempat terbengkalai ini kini siap menjadi motor penggerak ekonomi nelayan lokal.

‎Prosesi peresmian ini dihadiri oleh jajaran penting daerah, mulai dari Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Buru, Sekretaris Daerah, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Dinas Perikanan, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Teluk Kaiely, hingga seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Teluk Kaiely.

Terobosan Fiskal di Tengah Keterbatasan

‎Dalam pidato sambutannya, Bupati Ikram Umasugi menekankan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari strategi makro ekonomi daerah. Menyadari adanya keterbatasan kemampuan fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Buru yang meluncurkan kepemimpinannya sejak Mei 2025 lalu memilih jalur proaktif.

“Percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan APBD. Oleh karena itu, kita mengambil langkah proaktif dengan menginisiasi kerja sama bersama pihak swasta dan menghadirkan investor untuk mengoptimalkan aset-aset perikanan yang rusak berat,” ujar Bupati Ikram.

‎Strategi ini membuahkan hasil nyata. Hanya dalam waktu lima bulan pasca-penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Januari 2026 antara Dinas Perikanan Buru dan PT. Bahari Sinar Baru, Cold Storage Masarete yang awalnya rusak kini telah berdiri kokoh dan beroperasi penuh. Bupati memberikan apresiasi tinggi atas keberanian investasi dan komitmen PT. Bahari Sinar Baru dalam melihat potensi perikanan Buru yang menjanjikan.

Struktur Logistik dan Dampak Ekonomi bagi Nelayan

‎Secara ilmiah dalam manajemen rantai pasok (supply chain management), keberadaan cold storage berfungsi memutus masalah klasik penangkapan ikan: pembusukan massal saat musim panen raya (peak season).

‎Sebelum adanya fasilitas ini, nelayan seringkali terpaksa membuang hasil tangkapan atau menjualnya dengan harga jatuh karena ketiadaan ruang simpan yang memadai. Dengan beroperasinya Cold Storage Masarete :

‎Menjaga Mutu (Quality Control) : Suhu dingin yang konsisten menghentikan aktivitas bakteri pada ikan, sehingga kualitas produk tetap berada di standar premium.

‎Stabilisasi Harga : Nelayan memiliki daya tawar lebih baik karena ikan dapat disimpan saat pasokan melimpah dan dikeluarkan saat pasar membutuhkan.

‎Penyediaan Lapangan Kerja : Operasional fasilitas ini menyerap tenaga kerja lokal di wilayah pesisir.

Mengenal Inovasi GAROPA Solusi Berkelanjutan

‎Keberhasilan menghidupkan kembali aset tidur ini tidak lepas dari performa Dinas Perikanan Kabupaten Buru melalui inovasi GAROPA (Gerakan Optimalisasi Aset Perikanan).

‎Inovasi GAROPA terbukti sukses memetakan dan merevitalisasi aset-aset daerah yang rusak sejak tahun 2023. Sebelum Cold Storage Masarete, program GAROPA juga sukses mengaktifkan kembali Pabrik Ice Flake (Es Serut) di Desa Ubung sebuah proyek APBN 2017 yang sempat telantar.

‎Melalui kemitraan dengan PT. Harta Samudera, pabrik es tersebut kini aktif menyuplai kebutuhan es para nelayan sekaligus menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).(HN – 003)

Baca berita menarik lainnya dari Habarnews.id di Channel Telegram