NAMLEA,habarnews.id — Menyongsong Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buru menggelar aksi gotong royong dan kegiatan bersih-bersih massal di seluruh lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Jumat (14/8/2026).
Aksi lingkungan skala daerah ini dipimpin langsung oleh Bupati Buru, Ikram Umasugi, didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Buru, Azis. Langkah kepemimpinan partisipatif ini dihadirkan guna memberikan contoh teladan (role modeling) secara langsung kepada seluruh jajaran birokrasi dan jajaran ASN di Kabupaten Buru.
Fokus Gerakan dan Sentralisasi Lokasi
Meskipun giat kebersihan berlangsung serentak di seluruh area perkantoran OPD, konsentrasi utama aksi difokuskan di area Lapangan GOR Kabupaten Buru. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelaksanaan upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81.
Restorasi estetika dan kebersihan kawasan GOR dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur tempat acara, sekaligus menciptakan lingkungan publik yang higienis, representatif, dan aman bagi seluruh peserta upacara.
Internalisasi Nilai Integritas dan Transformasi Etos Kerja
Di sela-sela kegiatan, Bupati Ikram Umasugi menyampaikan arahan strategis terkait orientasi nilai dalam pelayanan publik. Bupati menekankan pentingnya pergeseran paradigma kerja dari sekadar formalitas birokrasi menuju pengabdian berbasis ketulusan.
Etos Kerja Ikhlas: Seluruh jajaran ASN diimbau untuk menanamkan komitmen kerja berintegritas tanpa berorientasi pada pengakuan superficial (pencitraan).
Kepemimpinan Lapangan (Field Leadership) : Para Kepala Dinas dan pimpinan satuan kerja diinstruksikan untuk hadir secara fisik dan aktif menyelesaikan persoalan di lapangan, bukannya bersikap pasif.
Sinergi Pembangunan : Seluruh instansi diminta merapatkan barisan dalam mewujudkan visi daerah: Buru yang BERSERI (Berbudaya, Sejahtera, Religius).
Melalui aksi kolektif ini, Pemerintah Kabupaten Buru tidak hanya mempersiapkan sarana fisik peringatan kemerdekaan, tetapi juga mentransformasi budaya kerja birokrasi yang lebih responsif, beretos tinggi, dan berdampak nyata bagi masyarakat..(HN – 003)






