Berita

Air Mata di Tanah Suci, gubernur Maluku Ucapkan Belasungkawa

×

Air Mata di Tanah Suci, gubernur Maluku Ucapkan Belasungkawa

Sebarkan artikel ini

MAKKAH,habarnews.id — Suasana khidmat menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah diwarnai kabar duka yang mendalam. Sri Nafisa Quiliem (65), jemaah haji asal Kota Ambon yang tergabung dalam Kloter 24 Provinsi Maluku, mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Al Nur, Makkah, pada Jumat (22/5/2026) pukul 22.45 Waktu Arab Saudi (WAS).

‎Kepergian almarhumah di ambang hari wukuf di Arafah memicu refleksi mendalam, baik dari sudut pandang spritualitas Islam maupun dinamika adaptasi fisiologis lansia di tengah ekstremnya manifestasi klinis ibadah haji.

Kronologi Medis dan Upaya Penyelamatan

‎Berdasarkan laporan dr. Ela Sangadji, petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) sekaligus Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD) Kloter 24 Maluku, almarhumah sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan saat berada di akomodasi jemaah, Hotel Safwat Alsharooq, wilayah Raudhah.

‎Tindakan preventif dan kuratif awal telah dilakukan secara intensif di klinik kesehatan hotel. Namun, akibat respons klinis yang terus memburuk (deteriorasi), sistem rujukan berjenjang segera diaktifkan untuk memindahkan almarhumah ke RS Al Nur salah satu pusat fasilitas medis utama di Makkah hingga akhirnya beliau dinyatakan wafat.

‎Secara geriatri dan penuaan biologis (biological aging), fase usia di atas 60 tahun memiliki kerentanan tinggi terhadap stresor lingkungan, perubahan suhu ekstrem, dan kelelahan fisik (fatigue syndrome). Faktor-faktor ini secara akumulatif dapat memicu eksaserbasi akut dari komorbiditas tersembunyi maupun manifestasi gangguan kardiovaskular serta respiratori.

Penghormatan dari Bumi Raja-Raja

‎Duka ini menyengat langsung jantung masyarakat Maluku. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan belasungkawa institusional sekaligus personal yang mendalam atas berpulangnya perempuan kelahiran 29 Maret 1961 tersebut.

“Innalillahi Wainnailahirrajiun. Telah berpulang ke rahmatullah Almarhumah Ibu Sri Nafisa Quilem di Rumah Sakit Al Nur Arab Saudi. Semoga beliau husnul khatimah, mendapatkan predikat haji mabrur, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, serta keikhlasan,” ungkap Gubernur Lewerissa.

Wafat di Tanah Suci dan Konsep ‘Haji Badal

‎Dari perspektif eskatologi Islam, wafatnya seorang jemaah dalam perjalanan ibadah haji, terlebih di bulan suci Zulhijah dan menjelang Wukuf Arafah, dipandang sebagai sebuah privilese spiritual yang agung.

‎Secara hukum fikih Islam, jemaah yang meninggal dunia sebelum sempat melaksanakan wukuf akan mendapatkan hak Badal Haji. Artinya, kewajiban ibadah haji almarhumah akan dilanjutkan dan diselesaikan oleh petugas atau orang lain yang ditunjuk oleh panitia, sehingga almarhumah tetap pulang dengan predikat haji yang sempurna (mabrur).

Peristirahatan Terakhir di Bumi Baqi/Syaraya

‎Almarhumah Sri Nafisa Quiliem telah dimakamkan dengan khidmat di tanah suci Makkah pada Sabtu, 23 Mei 2026 Masehi, yang bertepatan dengan tanggal 6 Zulhijah 1447 Hijriah.

‎Kepergiannya meninggalkan jejak heroisme spiritual seorang hamba yang menempuh ribuan mil dari jazirah Maluku, melintasi batas fisik dan usia, hanya demi menunaikan panggilan ilahi. Ia tidak pernah kembali ke Ambon, sebab bumi Makkah telah memilihnya untuk pulang ke haribaan-Nya dengan cara yang paling dirindukan oleh jutaan umat Muslim di dunia.(HN – 003)

Baca berita menarik lainnya dari Habarnews.id di Channel Telegram