Namlea, Habarnews.id — Ketua TP-PKK Prov. Maluku, Maya Gaby Lewerissa, secara langsung membuka kegiatan penilaian lomba 10 program pokok PKK tingkat Prov. Maluku, Jumat (17/10/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kab. Buru tersebut dihadiri oleh Bupati bersama Ketua TP-PKK Kab. Buru, Mohra Ikram Umasugi, Asisten I Nawawi Tinggapi, S.Sos., M.M., jajaran kepala OPD Pemda Kab. Buru, para camat, dan kepala desa se-Kab. Buru.
Hadir pula dalam kesempatan ini anggota DPRD Kab. Buru, Ade Rahman Tukuboya.
Gerakan PKK menjadi mitra strategis dalam pemerintahan untuk mewujudkan keluarga yang berdaya, sejahtera, dan mandiri. Hal ini diungkapkan oleh Ketua TP-PKK Prov. Maluku, Maya Gaby Lewerissa, ketika memberikan sambutannya sekaligus membuka kegiatan lomba tersebut.
Ia mengatakan, PKK telah menjadi garda terdepan dalam pembangunan masyarakat yang dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga.
Menurutnya, 10 program PKK yang dimulai dari penghayatan dan pengamalan Pancasila hingga lingkungan hidup sehat merupakan pilar penting pembangunan di desa.
“Kita dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan anak, melalui 10 program pokok PKK,” jelasnya.
Diungkapkannya bahwa PKK memiliki peran penting untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
“Program PKK tidak hanya fokus pada persoalan kesehatan, tapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat saat menghadapi bencana,” ungkapnya.
Lanjutnya, bencana tidak hanya karena alam, tetapi juga dari diri sendiri. Untuk itu, diharapkan peran aktif guna mewujudkan kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan rencana yang sehat terkait aspek fisik yang tanggap dan tangguh terhadap berbagai bentuk bencana, tandasnya.
Dirinya menegaskan, kehadiran tim penilaian Prov. Maluku bertujuan untuk mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan serta membangun masyarakat yang lebih tangguh, sehat, dan siap menghadapi bencana.
“Untuk itu, pemerintah desa dan masyarakat desa terus didorong agar senantiasa kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan potensi sumber daya pembangunan, sehingga dapat terwujud desa yang maju, adil, serta makmur,” tegasnya. (HN-001)






