Jakarta, 11 Juli 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ARUN DKI Jakarta sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) I Untuk masa bakti 2025–2030 di Grand Alia Hotel, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026). Mengusung tema “Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045”, forum ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan komitmen ARUN dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dr.Muhammad Kumaini Umasugi. Dalam doanya, seluruh rangkaian Musda dipanjatkan agar berlangsung dengan lancar, menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi organisasi, bangsa, dan negara, serta menjadi ikhtiar bersama dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Musda I DPD ARUN DKI Jakarta secara resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H., yang menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Ketua DPD ARUN DKI Jakarta, Paisal Sangadji, menegaskan bahwa ARUN hadir sebagai mitra konstruktif pemerintah yang menjunjung tinggi supremasi hukum, integritas organisasi, serta konsistensi dalam kerja nyata. Menurutnya, organisasi harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dan tanggung jawab agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“ARUN memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan bangsa melalui penguatan integritas organisasi, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen terhadap supremasi hukum. Semangat ini menjadi fondasi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 sekaligus mendukung kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pakar ARUN, Prof. Pujiyono, mengajak seluruh kader untuk menyatukan visi organisasi dengan arah pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa setiap periode memiliki tantangan dan peluang yang berbeda sehingga organisasi dituntut adaptif terhadap perubahan.
Mengutip teori perubahan sosial dan konsep butterfly effect, Prof. Pujiyono menjelaskan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen ARUN untuk memperkuat kolaborasi sebagai modal utama dalam menjawab dinamika zaman.
“Setiap orang ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. Perubahan adalah keniscayaan, sehingga kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan transformasi yang berkelanjutan,” tuturnya.
Dewan Penasehat ARUN turut menegaskan bahwa organisasi harus menjadi corong dalam mengawal berbagai kebijakan strategis pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Organisasi juga dituntut memiliki kepekaan terhadap dinamika masyarakat serta responsif terhadap berbagai persoalan kebangsaan.
Dalam pidato pembukaan, Ketua Umum DPP ARUN, Dr. Bob Hasan, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda I DPD ARUN DKI Jakarta. Ia menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan merupakan salah satu pilar penting demokrasi yang berfungsi sebagai wadah advokasi masyarakat sekaligus mitra strategis dalam pembangunan politik yang sehat.
“ARUN harus terus hadir memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, menjaga stabilitas politik nasional, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Rangkaian Musda I DPD ARUN DKI Jakarta ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada para tamu kehormatan sebagai simbol penghormatan dan penguatan silaturahmi. Melalui Musda ini, ARUN diharapkan semakin kokoh sebagai organisasi yang adaptif, kolaboratif, berintegritas, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.(HN-002)






