JAKARTA,habarnews.id – Dalam upaya mengakselerasi visi pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Buru terus memperluas jaringan kolaborasi lintas kelembagaan. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pertemuan silaturahmi formal antara Staf Khusus Bupati Buru dengan Kepala Dinas Personel Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Kadispers Sekkau) di Markas AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026).

Hadir dalam pertemuan hangat tersebut Staf Khusus Bupati Buru Bidang Infrastruktur & Ekonomi, Rizal Faisal IPA, bersama Staf Khusus Bidang Politik & Komunikasi Publik, Rizhal F. Umasugi. Keduanya diterima langsung oleh Kadispers Sekkau, Kolonel Adm Fahril Bahnan, S.I.P.
Pertemuan lintas sektor ini membedah sejumlah agenda krusial yang diproyeksikan mampu membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Buru dalam bingkai NKRI.
Empat Pilar Strategis Kolaborasi Pemkab Buru – Sekkau
Berdasarkan hasil diskusi, audiensi kelembagaan ini memfokuskan pembahasannya pada empat poin strategis :
Akselerasi Mutu Sumber Daya Manusia (SDM)
Mengingat kapasitas Sekkau sebagai lembaga pendidikan militer yang unggul dalam manajemen personel dan kepemimpinan, pertemuan ini menjajaki potensi kerja sama dalam peningkatan kualitas SDM aparatur daerah maupun kepemudaan di Kabupaten Buru. Program pelatihan kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan bela negara menjadi poin penting yang diharapkan dapat diadopsi demi mencetak generasi Buru yang kompetitif dan berintegritas.
Sinkronisasi Politik, Keamanan, dan Komunikasi Publik
Stabilitas daerah merupakan fondasi utama pembangunan. Melalui sinergi bersama institusi TNI AU, Pemkab Buru berupaya memperkuat mitigasi potensi gangguan keamanan serta mengoptimalkan pola komunikasi publik yang positif. Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi pembinaan potensi dirgantara bagi masyarakat luas guna memperkokoh rasa nasionalisme.
Pengembangan Infrastruktur dan Stimulasi Ekonomi Wilayah
Sebagai wilayah yang memiliki posisi geopolitik strategis di Kepulauan Maluku, aspek konektivitas logistik menjadi perhatian serius. Pertemuan ini mengkaji koordinasi spasial terkait pemanfaatan atau pengembangan aset pendukung transportasi udara. Langkah ini dinilai krusial untuk memperlancar arus logistik, membuka isolasi wilayah, dan memicu pertumbuhan ekonomi daerah.
Penjajakan Kerja Sama Formal MoU
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh makna ini diproyeksikan sebagai langkah awal courtesy call. Ke depan, hasil pemetaan potensi kerja sama ini akan ditindaklanjuti ke dalam perencanaan yang lebih matang, formal, dan terukur dalam bentuk Nota Kesepahaman MoU demi mendukung perwujudan visi “Buru Berseri”.
Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga militer seperti Sekkau TNI AU membuktikan bahwa pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri. Pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, militer, dan birokrasi adalah kunci menuju tata kelola pemerintahan yang maju, aman, dan berkelanjutan.(HN – 003)






