Berita

KUNJUNGAN KERJA BUPATI BURU DI WAEAPO DAN LOLONGGUBA ,Perkuat Akses Layanan Kesehatan dan Sentuh Dimensi Sosial Warga ‎

×

KUNJUNGAN KERJA BUPATI BURU DI WAEAPO DAN LOLONGGUBA ,Perkuat Akses Layanan Kesehatan dan Sentuh Dimensi Sosial Warga ‎

Sebarkan artikel ini

WAEAPO,habarnews.id — Dalam rangkaian kunjungan kerja di Dataran Waeapo, Bupati Buru, Ikram Umasugi, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung kondisi fasilitas pelayanan publik dan respons tanggap bencana sosial di wilayah setempat. Monitoring ini difokuskan pada penguatan infrastruktur kesehatan di Puskesmas Waikasar serta penanganan pascabencana kebakaran rumah warga di Desa Wanakarta, Kecamatan Lolongguba.

‎Langkah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buru untuk memastikan pemerataan fasilitas publik sekaligus menghadirkan kepedulian sosial berbasis nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.

Identifikasi Kebutuhan Dasar Layanan Kesehatan di Puskesmas Waikasar

‎Dalam tinjauannya ke Puskesmas Waikasar, Bupati mendengarkan langsung aspirasi tenaga medis mengenai berbagai kebutuhan mendesak, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan.

‎Kunjungan ini berfokus pada inventarisasi masalah teknis operasional guna merumuskan formulasi kebijakan anggaran yang tepat sasaran. Pemda Buru berkomitmen mempercepat pemenuhan fasilitas prioritas di Puskesmas Waikasar agar pelayanan kesehatan dasar masyarakat pedesaan dapat berjalan optimal dan responsif.

Penyaluran Bantuan Tanggap Darurat dan Penguatan Nilai Kemanusiaan

‎Di tengah agenda kunjungan kerja, Bupati Ikram Umasugi bertolak ke Desa Wanakarta, Kecamatan Lolongguba, untuk meninjau secara langsung kondisi musibah kebakaran yang menghanguskan satu unit rumah warga.

 

‎Sebagai bentuk kepedulian, bantuan darurat disalurkan baik melalui alokasi resmi Pemda Buru maupun santunan pribadi berupa dana tunai untuk menopang kebutuhan awal keluarga terdampak. Dalam suasana penuh keprihatinan, Bupati menyampaikan pesan moral dan spiritual kepada keluarga korban.

“Musibah dan takdir merupakan kehendak Allah SWT. Manusia berkewajiban untuk berikhtiar dan bersabar, namun ketetapan akhir berada di tangan-Nya. Di saat seperti inilah ujian kesolidaran kita sebagai sesama manusia dipertaruhkan,” ujar Bupati.

‎Bupati juga mengutip nilai kearifan lokal Ambon-Maluku yang sarat akan makna solidaritas sosial “Potong di kuku, rasa di daging.” Falsafah ini mengingatkan bahwa penderitaan satu warga adalah duka bersama seluruh masyarakat Buru, yang harus direspon dengan aksi nyata dan semangat gotong royong.

Analisis Sosial dan Implikasi Kebijakan

‎Kunjungan kerja ini mencerminkan dua pilar utama dalam tata kelola pemerintahan daerah (good governance) :

‎Manajemen Pelayanan Publik Berbasis Bukti (Evidence-Based Policy) : Pemetaan langsung kebutuhan Puskesmas Waikasar menjadi fondasi penting agar penganggaran sektor kesehatan tidak sekadar administratif, melainkan menyasar pemenuhan hak dasar kesehatan masyarakat.

‎Resiliensi Sosial dan Modal Kepedulian (Social Capital) : Kepedulian yang ditunjukkan Pemda Buru dalam merespons musibah di Desa Wanakarta memperkuat ikatan emosional antara pemerintah dan warga, sekaligus meregenerasi falsafah lokal sebagai benteng ketahanan sosial. (HN – 003)

Baca berita menarik lainnya dari Habarnews.id di Channel Telegram