Satu tahun lebih kepemimpinan Hendrik Lewerissa (HL) di Maluku bukan sekadar angka dalam kalender birokrasi, melainkan sebuah manifestasi dari “pembangunan berbasis martabat”. Dalam kacamata kami sebagai pendakwah muda, memimpin Maluku bukan hanya soal mengelola APBD, melainkan seni merajut keberagaman di atas fondasi keadilan sosial.
HL telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang kokoh justru lahir dari keberanian menghadapi turbulensi politik dengan kerja-kerja teknokratis yang terukur.
Transformasi Sapta Cipta LAWAMENA Bukan Sekadar Jargon
Visi transformasi menuju Maluku yang maju, adil, dan sejahtera melalui misi Sapta Cipta LAWAMENA menunjukkan adanya political will yang kuat untuk melakukan sinkronisasi dengan visi Indonesia Emas 2045.
Analisis kami melihat HL tidak terjebak dalam romantisme pembangunan masa lalu, melainkan melakukan “koreksi arah” (path correction) terhadap program yang sempat terabaikan. Langkah HL menata kembali kebijakan yang belum tepat adalah bukti kedewasaan kepemimpinan yang mengutamakan keberlanjutan di atas ego sektoral.
Geopolitik Ekonomi Maluku sebagai Epicentrum Baru
Keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi di angka 5,44 persen—melampaui rata-rata nasional—di tengah ketidakpastian global adalah pencapaian luar biasa. Secara ilmiah, penurunan angka kemiskinan dan capaian IPM sebesar 74,9 poin (kategori tinggi) menunjukkan bahwa trickle-down effect dari kebijakan HL mulai menyentuh akar rumput.
Hilirisasi komoditas lokal seperti sagu, pala, dan kelapa, serta percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Blok Masela dan Bendungan Way Apu, memposisikan Maluku bukan lagi sebagai halaman belakang Indonesia, melainkan sebagai mesin pertumbuhan baru di Timur. Program Kampung Nelayan Merah Putih dan pembangunan RSUD tipe B di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) adalah bentuk nyata dari distribusi keadilan yang selama ini dirindukan masyarakat kepulauan.
Integrasi Moral dan Stabilitas Sosial
Sebagai Dai Muda, kami mengamati dengan tajam bagaimana HL menavigasi isu sensitif terkait SARA. HL tampil sebagai sosok yang melampaui sekat-sekat identitas. Keteguhannya menghadapi serangan personal dengan tetap fokus bekerja menunjukkan kualitas karakter stoic—pemimpin yang tidak goyah oleh kebisingan, namun tajam dalam mengeksekusi program.
Masuknya Maluku dalam Zona Hijau KPK dan LKPP serta raihan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 adalah sertifikasi moral atas tata kelola pemerintahan yang bersih (good governance). Stabilitas keamanan yang terjaga bukan karena represi, melainkan karena terbangunnya trust (kepercayaan) publik terhadap pemerintahannya.
Keberanian Melangkah
Mengutip pernyataan beliau, “Keberhasilan bukanlah akhir dan kegagalan bukan sesuatu yang fatal.” Kalimat ini mencerminkan filosofi perjuangan masyarakat Maluku yang tangguh. HL telah meletakkan batu pertama dari sebuah bangunan besar bernama Kemandirian Maluku
Kami di Forum Dai Muda melihat bahwa Maluku hari ini sedang berada di bawah nakhoda yang tepat. Seorang pemimpin yang menghargai perbedaan, berorientasi pada hasil, dan memiliki ketulusan untuk melayani. Jalan menuju Maluku yang sejahtera memang masih panjang, namun dengan fondasi yang diletakkan dalam satu tahun terakhir, kita punya alasan kuat untuk optimis bahwa “fajar kesejahteraan” itu telah terbit dari Timur.
Mari terus berjalan bersama, merawat persatuan, dan mendukung akselerasi pembangunan demi Maluku yang lebih bermartabat (HN – 003)






