NAMLEA ,habarnews.id – Mengawali pertengahan tahun dengan semangat kebersamaan,Bupati Buru, Ikram Umasugi, S.E., secara resmi membuka Turnamen Futsal “Battle of Old” antar-angkatan. Kompetisi yang mempertemukan para alumni lintas generasi ini digelar di Namlea, Kabupaten Buru, pada Sabtu malam (13/06/2026).
Turnamen yang diinisiasi oleh kolaborasi apik antara Ikatan Alumni Sekolah Angkatan 2004 dan Polsek Namlea ini dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, yakni mulai tanggal 13 hingga 24 Juni 2026.
Sinergi Lintas Generasi dan Instansi
Ketua panitia penyelenggara menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti oleh 16 tim yang terbagi dalam dua kategori utama :
13 Tim Lintas Angkatan : Mengakomodasi para alumni sekolah mulai dari angkatan 1997 hingga batasan alumni tahun 2009.
3 Tim Legend Pendopo Hijau : Kategori khusus yang diisi oleh tim-tim veteran sarat pengalaman, yaitu Tim Bupati Buru, Jazirah Leihitu Buru, dan PLN Senior.
Kolaborasi antara komunitas alumni dan aparat kepolisian (Polsek Namlea) ini dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis yang cerdas. Selain menyajikan hiburan olahraga, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat Kabupaten Buru.
Pesan Bupati Di Atas Lapangan Kita Rival, Di Luar Lapangan Kita Keluarga
Dalam sambutan hangatnya saat membuka acara, Bupati Buru Ikram Umasugi menekankan bahwa esensi utama dari turnamen ini bukanlah sekadar berburu trofi atau gelar juara, melainkan merawat rajutan sosial (social fabric) masyarakat Buru.
“Ajang ini adalah ajang silaturahmi. Esensi utamanya adalah bagaimana kita menjaga kebersamaan dan merawat rasa kekeluargaan yang mungkin sempat renggang karena kesibukan aktivitas sehari-hari,” ujar Ikram Umasugi di hadapan para peserta dan penonton yang memadati arena.
Beliau juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur keolahragaan selama kompetisi berlangsung.
“Menang atau kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang biasa. Namun, menjaga sportivitas dan saling menghormati adalah hal yang mutlak. Lapangan futsal boleh menjadi tempat adu taktik, tetapi sportivitas harus tetap terjaga sebagai cerminan karakter masyarakat kita yang beradab,” tambahnya.
Perspektif Sosial Lebih dari Sekadar Menendang Bola
Dari kacamata sosiologi olahraga, turnamen model “Battle of Old” seperti ini memiliki dampak psikologis dan sosial yang sangat positif :
Nostalgia Positif (Reunification): Mempertemukan kembali para alumni angkatan 1997 hingga 2009 membangun ruang nostalgia yang menurunkan tingkat stres kerja (burnout).
Komunikasi Horisontal Menghilangkan sekat-sekat formalitas antara pejabat daerah (Bupati), aparat penegak hukum (Polsek), instansi BUMN (PLN), dan masyarakat sipil.
Ekonomi Lokal Penyelenggaraan selama 12 hari secara tidak langsung akan menghidupkan geliat UMKM di sekitar lokasi pertandingan.
Laga Eksebisi Pandopo Hijau
Sebelum Pertandingan di Mulai Laga eksebisi Dari Pandopo Hijau tim besutan Bupati Buru memenangkan pertandingan 4 Gol di ciptakan Oleh Bupati Buru legenda sepak bola yang pernah merumput Merasakan Atmosfir Sepak Bola Maluku
Turnamen “Battle of Old” 2026 ini diharapkan menjadi role model bagi kegiatan kepemudaan dan olahraga lainnya di Kabupaten Buru membuktikan bahwa dengan olahraga, sekat generasi dapat dijembatani, dan persatuan dapat terus dirawat. Selamat bertanding, jaga sportivitas! (HN – 003)






