NAMLEA,habarnews.id – Demam Piala Dunia 2026 kini mulai merambah hingga ke pelosok daerah, tak terkecuali di Kabupaten Buru. Menariknya, atmosfer pesta sepak bola terakbar jagat raya ini juga menjangkiti para pembuat kebijakan di daerah. Salah satunya adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buru, M. Azis Tomia.
Dalam sebuah kesempatan, Panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Buru ini secara terbuka menyatakan dukungannya untuk tim nasional Argentina. Namun, berbeda dengan mayoritas pencinta sepak bola yang condong memuja sosok megabintang Lionel Messi, Azis Tomia justru memiliki sudut pandang yang lebih mendalam dan berkelas.
“Saya bukan sekadar fans Messi, tetapi saya adalah fans tim. Albiceleste julukan Argentina adalah tim favorit saya karena kolektivitas dan filosofi bermainnya,” ujar Azis Tomia.
Pesona Gaya Bermain Statis yang Mematikan
Bagi Azis Tomia, daya tarik Tim Tango terletak pada karakteristik permainannya. Ia menilai Argentina memiliki kedewasaan taktik yang luar biasa, termasuk kemampuan memperagakan gaya permainan yang statis namun terkontrol, kokoh, dan penuh perhitungan sebelum melepaskan serangan mematikan.
Pilihan dukungan ini mencerminkan sebuah apresiasi terhadap kerja sama tim (teamwork) di atas lapangan hijau sebuah nilai yang sejatinya sangat relevan dengan prinsip koordinasi dan soliditas dalam birokrasi pemerintahan.
Membidik Bintang Keempat
Sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, Argentina datang ke turnamen tahun ini dengan beban sejarah yang besar. Setelah sukses merengkuh trofi ketiga mereka pada edisi sebelumnya, harapan publik kini membubung tinggi.
Harapan serupa juga dipanjatkan oleh Sekda Buru. Ia mendoakan agar konsistensi dan mental juara tetap terjaga di sepanjang turnamen.
“Gaya permainannya luar biasa. Semoga tahun ini Argentina bisa kembali menjadi juara dan membawa pulang bintang yang keempat ke Buenos Aires,” pungkasnya optimis.
Kini, seiring bergulirnya roda kompetisi Piala Dunia 2026, dukungan dari belahan bumi Maluku, khususnya dari Bumi Bupolo, telah dikirimkan untuk menemani perjuangan Tim Tango di pentas dunia. Apakah kolektivitas yang dikagumi sang Sekda mampu mewujudkan mimpi bintang keempat? Menarik untuk kita saksikan bersama. (HN – 003)






