Habarnews.id — Bupati Kabupaten Buru, Provinsi Maluku Ikram Umasugi, S.E. beserta ibu dan rombongan memulai kunjungan kerja ke Baubau, pulau Buton dengan mengunjungi Benteng Keraton Kesultanan Buton dan Istana Sultan Buton Kamali Baadia, Minggu (26/10/2025).
Di Benteng Keraton Kesultanan Buton, Bupati Ikram Umasugi beserta ibu dan rombongan menziarahi Makam Sultan Murhum dan Batu Wolio/Batu YI Gandangi di Lelemangura. Rombongan meneruskan anjangsana ke Masjid Agung Keraton Buton dan Batu Popaua—Batu tempat penabalan dan pemutaran payung kebesaran bagi Sultan Buton terpilih.
Pukul 10.00 Bupati Buru dan rombongan menuju istana Sultan Buton di Kamali Baadia, disambut tarian Mangaru di pelataran istana dan ucapan selamat datang dari perangkat kesultanan Buton yang berjejer menyambut di tangga dan serambi istana.
Di Kamali Baadia majlis adat dibuka, dan saya memandu jalannya itu majlis. Mula-mula saya menyilakan Bapak Bupati Buru mengenalkan rombongan dan menyampaikan maksud kunjungannya ke Kesultanan Buton.
Sesudah tandas semua rombongan dikenalkan nama dan jabatan sandangan di pemerintahan Kabupaten Buru, beliau memulai berbicara perihal pertautan sejarah dan perhubungan kerabat tiga negeri: kesultanan Ternate, Buru dan kesultanan Buton, menjadi empat jumlahnya dengan Sula—betapa erat keempatnya bertaut
Dengan suara bergetar, di hadapan PYM Sultan Buton dan perangkat, beliau berkata: “Saya adalah bagian orang tanah Wolio”. Beliau Melanjutkan: “Moyang saya memiliki tiga nama, nama pertama adalah Ode Sirilau, nama kedua Ode Yahuman, dan nama ketiga adalah Imam Safiau. Dan Ode-Ode ini tidak ada di tempat lain, ia adanya hanya di tempat ini.
Di Sula ada dua bagian orang bermarga Umasugi, satu bagian Umasugi Jawa, satu bagian lainnya Umasugi Buton, dan saya adalah Umasugi Buton. Jadi saya datang ke tanah Wolio ini bukan sebenarnya sebagai tamu, saya adalah anak Buton sendiri yang barangkali “hilang” dan kini pulang, menjejak kembali tanah Wolio—tanah barakati, tempat tumpah dan mengalir darah para leluhur.
Catatan : La Yusrie, Budayawan Buton | Lakina Kamaru Lembaga Adat Kesultanan Buton | Pendiri The La Saila Institute





