Berita

Sinergi Strategis Pemprov dan Forum Dai Muda: Menakar Resiliensi Sosial Melalui Literasi Dakwah di Maluku

×

Sinergi Strategis Pemprov dan Forum Dai Muda: Menakar Resiliensi Sosial Melalui Literasi Dakwah di Maluku

Sebarkan artikel ini

Ambon, Habarnews.id – Dalam upaya memperkuat struktur kohesi sosial di wilayah kepulauan, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menerima kunjungan silaturahmi jajaran Forum Dai Muda Maluku di Kantor Gubernur Lantai II.

Pertemuan ini tidak sekadar seremoni birokrasi, melainkan menjadi ruang dialog strategis yang mempertemukan otoritas pemerintahan dan kekuatan moral keagamaan dalam membahas isu-isu krusial, mulai dari polarisasi sosial, potensi konflik antar-kampung, hingga langkah mitigasi disintegrasi bangsa di tingkat lokal.

Restorasi Harmoni Melalui Mimbar Edukatif

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah Forum Dai Muda Maluku. Ia menilai para dai muda sebagai opinion leader yang memiliki posisi strategis dalam mentransformasikan nilai-nilai teologis menjadi praksis sosial yang damai, inklusif, dan berkeadaban.

Menurutnya, peran dakwah yang dijalankan Forum Dai Muda telah menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial melalui:

Majelis Taklim dan Kajian Islam, sebagai ruang pembinaan spiritual yang mencerahkan dan membangun kesadaran kolektif umat.

Mimbar Jumat, sebagai medium komunikasi publik yang efektif dalam menyemai nilai persaudaraan (ukhuwah) dan persatuan.

Nasihat Kedamaian, sebagai cooling system yang mampu meredam gejolak sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Mitigasi ‘Post-Truth’ dan Hoaks

Dalam arahannya, Hendrik Lewerissa menyoroti serius ancaman era post-truth, di mana arus disinformasi dan hoaks kerap menjadi pemantik konflik horizontal.

“Pemerintah Daerah mendukung penuh visi dan misi Forum Dai Muda. Di tengah banjir informasi saat ini, kita membutuhkan filter moral yang kuat. Dai muda adalah garda terdepan dalam meluruskan narasi yang menyimpang, menjaga akal sehat umat, serta memastikan Maluku tetap berada dalam bingkai kedamaian yang berkelanjutan,” tegasnya.

Komitmen Dai Muda: Dakwah sebagai Pilar Perdamaian

Sementara itu, Ketua Forum Dai Muda Maluku, Ustadz Rizal F Umasugi, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial di Maluku.

“Kami menyadari bahwa dakwah hari ini tidak hanya berbicara soal ibadah ritual, tetapi juga tanggung jawab sosial. Forum Dai Muda hadir untuk memastikan pesan-pesan keislaman yang disampaikan kepada umat adalah pesan yang menyejukkan, mempersatukan, dan mampu menangkal hoaks serta provokasi yang berpotensi memecah belah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Forum Dai Muda akan terus memperkuat literasi keagamaan berbasis moderasi serta mengoptimalkan peran mimbar sebagai ruang edukasi publik yang konstruktif.

Kolaborasi Strategis demi Kemaslahatan Umat

Pertemuan ini sekaligus menegaskan terbangunnya sinergi yang kokoh antara otoritas formal (pemerintah) dan otoritas moral (para dai). Dalam perspektif ilmiah, stabilitas keamanan suatu daerah memiliki korelasi erat dengan tingkat literasi keagamaan dan kualitas pemahaman moderasi masyarakatnya.

Di bawah kepemimpinan Hendrik Lewerissa, Pemerintah Provinsi Maluku menunjukkan komitmen kuat dalam merangkul elemen keagamaan sebagai mitra strategis pembangunan sosial. Sementara itu, Forum Dai Muda Maluku semakin menegaskan eksistensinya sebagai garda dakwah progresif yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Langkah kolaboratif ini dipandang sebagai investasi sosial jangka panjang yang tidak hanya memperkuat fondasi persatuan, tetapi juga mengantarkan Maluku menuju masa depan yang lebih integratif, harmonis, dan bermartabat.(HN-003)

Baca berita menarik lainnya dari Habarnews.id di Channel Telegram